Senja Bulan Sebelas


Senja bulan sebelas

Selalu saja menangis

Meninggalkan persinggahan

Ketika gerimis memburu hujan

 

Senja bulan sebelas

Ada yang menyelinap dalam pelipis

Menjemput jejak kenangan

Yang tersapu genangan sisa hujan

 

Senja bulan sebelas

Menerbangkan wangimu yang semakin menipis

Menarik jarum jam pada benang

Lalu sumbang suaramu tenggelam di balik hujan

 

Senja bulan sebelas

Semakin tak ku temui nadamu yang ritmis

Sebab gemuruh telah menghantam bayang

Yang memeluk namamu di akhir rintik hujan

 

Senja Bulan Sebelas

Ketika hujan tak lagi ku kenang…

 

15 November 2013

Kantor, 1740

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s