Setangkup Doa (Mengenang Baba)


Image

November ini, setangkup doa kuterbangkan untukmu, Baba. Persis seperti November ketika aku masih duduk di bangku SMP kelas 2, saat terakhir kali ku tatap wajahmu dengan senyuman. Aku ingat sekali, kala itu, saat lembayung perlahan menghilang dan kumandang azan bersahutan dari tiap penjuru masjid, kau berjuang, melawan sakit dengan alat-alat yang ditanam di tubuhmu. Aku memeluk Emak yang juga melihat dengan tatapan iba dan tak henti-hentinya menggumamkan zikir. Sementara Mbak Nia, berada di sisimu sambil mendengungkan kalimat zikir, istighfar dan salawat di telingamu.

Sungguh, aku tak pernah sesakit itu melihat baba yang bertubuh kurus harus melewati masa-masa kritis. Padahal, sehari sebelum itu, Baba sudah terlihat sangat segar. Ngobrol dan bersenda gurau denganku dan juga anak-anaknya yang lain.

Baba, masih lekat dalam ingatanku, bagaimana kau mengajakku ke rumah orang-orang yang telah memesan berbagai hasil kebun, singkong, ubi, daun pisang, dan hasil penen lain sambil naik becak. Secara diam-diam menggenggam tanganku dan menyelipkan uang lima ribu ketelapak tanganku. Yang tiba-tiba memijat punggungku ketika kita sedang menonton tivi. Membantumu melubangi tanah untuk ditanami jagung atau menancapkan batang singkong ke tanah yang telah kau pacul. Dan aku selelu senang mendengarkan dari luar kamarmu ketika kau berzikir dengan suara cukup kencang selepas salat magrib.

Hari ini, beberapa hari mejelang hari di bulan November sejak 2001 lalu, ketika aku tak dapat lagi melihat senyummu dan merasakan pijatanmu, setangkup doa kupersembahkan padamu. Maafkan anak lelakimu yang manja ini. Sering menangis jika tak dibelikan yang diinginkan dan kau selalu punya cara untuk menyiasati hingga aku berhenti menangis.

Ampuni Baba ya Rabbi…. Perjuangannya membesarkan kedua belas anak-anak bersama Emak, sungguh, tak terhitung kasih sayangnya kepadaku, kepada kami, sebagai anak, apa yang kami lakukan tak akan pernah setimpal. Peluk Baba ya, Rabbi… Pertemukan Baba denganMu dan sandingkan baba di sisi RasulMu. Hanya itu, yang mampu ku lakukan.

Sampaikan salamku untuk Baba terkasih, tercinta.😥

Sabtu, 09 November 2013

Kantor 0638

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s