Syair Gula tuk Segelas Cinta


Pada rerumputan sajak yang kau dengungkan

Bait-bait namamu kering di ujung napasku yang tersengal

Peluh, keringat kalimat runtuh di tanah basah air mata

Sedetik berlalu, luruh suara hilang termakan deru tangis yang pecah, pekak…

 

Kususuri pinggiran kenangan tentangmu

Maka berloncatanlah syair-syair gula yang kau seduh di gelas cintaku

Sangat dulu, tapi wajahmu tak pernah melesap dari bilik hatiku

Meski kau terus sapu aku dan menggilas waktuku

 

Entah harus dengan apa ku abukan rasa ini

Lalu kularungkaan ke laut tuk melenyapkan kesejatian

Agar menjadi buih yang tak pernah diiraukan

Dan angin membawa terbang semua kenangan

 

Kau terlalu lekat dalam pekat di dinding sanubariku

Bisakah sejenak ku hilang ingatan mengenai matamu

Wajah dan suaramu?

 

Kubaringkan perasaanku di pusara hati yang membiru, tentangmu…

 

 

20.25 malam

18 Februari 2013

Senin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s