Jengkal Kematian


Pernahkah kau membayangkan mati?
Hendak ingin mati penuh kelezatan ataukah mati dengan bergelimang najis disekujur badan?

Ternyata mati bukan sekedar menutup mata
Sebab ada yang mati dengan mata melotot bak bola lepas dari sarangnya
Dan mati juga tak selalu bersenyumkan indah lagi damai dengan wajah bercahaya saja
Karena ada yang mati sambil menganga dengan mulut penuh buih busa dan wajah legam terbakar

Jika mati diibaratkan sejengkal
Sedetikpun takkan sampai
Sedekat urat nadipun tak terjamahkan

Jengkal kematian beriringan
Bagai semut-semut mencari makan
Ditebing-tebing rumah Tuhan

Jika kematian tinggal sejengkal
Napas apa yang kan kau hantarkan?

Depok, 11 Juli 2012
11.51

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s