Nulis Itu Gampang



“Menulis itu gampang, kalau mau!” (Khrisna Pabichara)

Demikian statmen dari Daeng, sapaan penulis novel Sepatu Dahlan yang minggu pagi tanggal 27 Mei lalu baru saja meluncurkan novel terbarunya di Bundaran HI. Selepas launching novel sekaligus jalan sehat, dengan kaos sepatu dahlan dan celana training beliau berbagi pengalaman tentang menulis. Sayangnya launching di HI saya tidak hadir. Kondisi badan saya sejak sabtu kurang fit. Alhasil saya hanya datang ke Monas siangnya, bertepatan dengan agenda FLP Depok batre angkatan ke sebelas ngumpul. Parahnya saya datang empat puluh menit sebelum acara selesai. Kereta yang membawa saya sampai Gambir tersendat di Manggarai karena adanya kebakaran di kawasan Cikini. Sejam lebih saya tertahan di stasiun Manggarai. Dan membuat saya banyak kehilangan moment berharga untuk bertemu dengan daeng. Apalagi spesial karena FLP Depok sengaja mengundang daeng untuk memberikan motivasi menulis.

Belajar banyak dari penulis-penulis besar. Jujur saya beruntung berada bersama komunitas menulis seperti FLP Depok. Semangat yang ditularkan sama. Sehingga tak membuat kami canggung atau malu untuk meminta pendapat ataupun komnetar tentang tulisan kami yang baru seumur jagung.

“Kalau tidak menulis sepuluh halaman dalam sehari, saya akan menghukum diri saya dengan tidak membaca selama dua hari. Kepala saya akan sakit kalau tidak menulis.” Begitulah kira-kira potongan-potongan kalimat yang bisa saya cerna dalam diskusi setengah jam bersama beliau.

“Saya dapat menulis jika saya terdesak. Karena dengan begitu adrenalin saya menjadi tertantang” Katanya lagi ketika ada rekan yang bertanya hal lain tentang motivasi menulis.

Lain lagi saat seorang teman sesama komunitas FLP Depok yang menanyakan tentang bagaimana agar kita tetap konsisten untuk menulis. Gak ada alasan untuk tidak menulis ditengah-tengah kesibukan dalam bekerja.

“Dari pertanyaan kamu, ada tiga hal yang saya lihat dari diri kamu. Pertama malas. Seorang menteri BUMN saja beliau masih bisa menyempatkan untuk menulis, membalas mention-mention di twitternya. Kedua, mengandalkan mood. Menulis menunggu mood. Belum dikatakan seorang penulis kalau masih mengandalkan mood ketika menulis. Dan yang ketiga menulis itu terasa sulit. Cara mudah dalam mengatasi kesulitan menulis bisa dengan menulis ketika kau bangun tidur dan tuliskan mimpimu.” Kurang lebih begitu pemahaman saya setelah mendengarkan wejangan dari beliau.

Meskipun hanya setengah jam, tetapi banyak moment berharga bertemu dengan beliau. Sosok yang ramah dan tegas. Selepas diskusi saya meminta tandatangan beliau di novelnya yang seminggu sebelumnya saya dapat dari acara promo soft launching di Monas.

Di salah satu halaman “perjamuan cinta untuk” ditulis motivasi untuk saya:
Salam Dani
Mari Menulis

Petikan novel Sepatu Dahlan yang saya suka:

Kita dapat menjadi orang yang merasa tidak beruntung karena lahir di tengah-tengah keluarga miskin, bermimpi ketiban rezeki semacam “durian runtuh” agar bisa membeli benda-benda idaman, atau membayangkan hal-hal lain yang menggiurkan seperti nasib baik anak-anak orang kaya. Tapi, kita juga dapat memilih menjalani hidup dengan wajar dan penuh keriangan, berusaha membantu orangtua sedapat mungkin, meraih segala yang didamba dengan keringat sendiri, dan tetap antusias memadang masa depan. (halaman 248)

Barangkali harapan ini hanya semacam doa, yang memeluk kehampaan sebagai kamu. Tapi, biarlah. Sesekali waktu perlu mengajariku cara tercepat meninggalkan masa silam meskipun aku tak yakin kamu akan ‘hilang’ begitu saja di masa depanku. Kadang, setiap merindumu, aku akan menegarkan hati dengan merapal mantra ‘semoga’, dan berharap mantra itu mustajab untuk mengembalikan ‘yang pergi’ dan memulangkan ‘yang lupa’. Walaupun setiap mataku membuka, kamu tetap pergi dan tetap lupa kembali. (halaman 357)

Dijantung rinduku kamu adalah keabadian, yang mengenalkan dan mengekalkan kehilangan. (halaman 358)

Sabtu malam, 18.50

02 Juni 2012

*Spesial thanks for daeng @1bhicara Krisna Pabichara, FLP Depok dan Noura Books

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s