Bait-bait Pelataran Senja


waktu telah menguburku dalam usia
berjejalan di pelataran tanah merah, basah oleh hujan dipenghujung senja
cahaya yang semakin redup membiaskan paras cantik wajah ibu

yang berasal dari tanah akan kembali ke tanah

nyawa hanya tinggal menunggu waktu

ketika Dia mengutus Izrail yang selalu siap siaga menunggu perintah
dalam sekejap waktu terkoyak
napas tinggal sedesah lalu musnah

aahh…
betapa ajal selalu mengiringiku dalam detik
kadang ia berada di sampingku, depanku, belakangku, atas atau bawahku
mengintip sesekali yang membuat tubuh menggigil
lalu pergi lagi

sedepa dalam selangkah menelusuri seperempat abad
bergaul dengan pagi, siang, sore dan malam
berputaran mengikuti roda
yang kan terhenti di ujung gubuk tua milik pak tua pembawa kabar duka

sekelebat bayang bersayapnya hadir
dalam wujud petir, awan gelap, kendaraan motor yang melaju kesetanan
perut yang kejang, napsu yang membangkang,
luka berdarah tersabet pisau, napas sesak yang tak karuan
atau dalam sajadah yang terbentang di depan mata

kulabuhkan sisa usia ini dipelataran waktu
yang menunggu bisu sambil tergugu
bergumam pilu, berharap napas ini untukMu…

10:34 pagi
Selasa, 08052012

*teruntuk kalian yang mengiringi do’a untukku hari ini, semoaga keberkahan terlimpah untukmu dan untuk kita.🙂

2 thoughts on “Bait-bait Pelataran Senja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s