CURCOL: Kembalilah kau, ANNIDA (edisi cetak)


Akhir bulan Januari ini Annida-Online (AO) menggulirkan voting tentang Annida yang akan kembali mengudara (emangnya Radio.hehehe) alias mengepakkan kertas ke jagad Cetak. Saya tersentak. Bayangan saya memutar ke masa-masa Nida tempo dulu (kesannya saya orang dulu ya). Ya karena saya sudah mengenal Nida sejak saya masih duduk di bangku SMP. Saat itu tanpa sengaja kakak saya yang ketika itu aktif di Rohis SMA membawa majalah. Ya, awalnya memang saya mengira itu majalah cewek. Karena dari tampilan dan nama juga mengidentikan nama gadis. Dipikiran saya, kalau di majalah umum ada Gadis, di majalah islami cewek ya Annida (nyerempet-nyerempet sama Annisa teman sekelas di SMP saya). waktu saya membuka dan mencoba-coba membaca kakak saya tidak melarang saya. Alamat saya jadi suka baca Nida.

Lalu saya mulai mencari tahu keberadaan Nida ketika saya SMA. Saat uang jajan saya jauh lebih banyak sedikit(loh) untuk menyisakan sebahagian rezeki saya untuk membeli Nida. Karena kalau saya tiba-tiba meminta orang tua saya membeli nida yang harganya empat ribu lima ratus sangat berat. Kala itu nida masih majalah dwi mingguan. Saya yang memang tertarik dengan bacaan seperti cerpen dan cerbung bergrilya mencari sosok nida. Dari emperan di pinggiran jalan, stasiun, sampai mall. Nida seolah menjadi teman terbaik saya. ketika saya di rumah sedang santai, yang saya pegang nida. Ketika saya duduk melamun di angkot saya mengeluarkan nida. Bahkan ketika saya sedang menyusuri jalan sekolah yang saya genggam di tangan saya ya nida. Nida menjadi somet saya deh pokoknya. Pernah suatu ketika nida menghilang. Sangat susah didapat. Saya gelisah, pasalnya tiga hari dari terbit dari pasaran nida tidak ditemukan.

“Oh, belum datang, mas” kata abang penjaga toko majalah spontan. Sepertinya dia sudah tahu majalah langganan saya.

Ya, memang, dulu saya masih sempat malu membawa nida kemana-mana. Kok cowok baca annida? Kan nida majalah cewek, dan lain sebagainya komentar teman-teman. Tapi saya tetap bersikap santai. Apalagi saya pernah mendapatkan langganan annida gratis selama enam bulan. Saya masih ingat waktu itu saya mengirimkan salah satu lomba yang jawabannya bisa dikirim lewat fax. Betapa terkejutnya saya bahwa nama saya terpampang sebagai pemenang yang berhasil mendapatkan langganan. Ohhh, amboi betapa berbunganya hati ini. saya tak perlu mencari nida kemana-mana. Cukup menunggu nida di rumah, maka ia kan datang. Bahkan yang membuat saya terharu, sampai lewat masa langganan saya nida masih saja mengirimkan majalah sedisi barunya. Saya sempat menelpon dan mengkonformasi apakah ada kesalahan dari pihak nida, tapi jawaban redaksi hanya sekedarnya saja. jadi, ketika saya sudah membeli nida edisi baru, maka nida edisi baru yang sama akan datang. Memang, kiriman nida tak selalu datang tepat waktu. Saya harus menunggu beberapa hari yang membuat saya tidak sabaran. Hasilnya, saya jalan ke toko buku, membaca disana. Agar saya tidak ketinggalan edisi terbaru nida. Baru setelah majalah nida sampai rumah, saya bisa leluasa membacanya.

Sampai akhirnya Annida memutuskan untuk beralih ke online. Tanpa voting seperti yang dilakukan sekarang. Hanya berupa himbauan dan gambaran tentang go green. Dengan maksud, jika dalam versi online maka merupakan salah satu mendukung go green di indonesia. Saat itu saya jelas sedih. Teman sehati saya yang bisa saya bawa keman-mana akan beralih ke sebentuk kotak di layar monitor di pojok warnet. Walaupun demikian, alhamdulillah, cerpen saya pertama kali masuk majalah ya di annida versi online. Ketika saya gembor-gemborkan cerpen saya masuk annida, rekan kerja saya sampai berkomentar,

“Emang nida masih ada ya? Bukannya udah gak pernah terbit lagi?”

Memang, saya merasa mulai kesepian. Di rumah, di angkot, di jalan, saya nggak memegang nida. Padahal majalah yang rutin selalu saya beli hanya annida. Hape saya saat itu tidak mempunyai akses internet yang bisa di buka kapan saja. saya hanya mengandalkan nida lewat tempat kerja saya. itupun tidak semua bisa saya baca. Karena selain di selingi dengan pekerjaan, mata saya termasuk yang cukup lelah jika harus berlama-lama menatap layar monitor. “Kan kalo dalam versi cetak, saya bisa baca kamu sambil duduk-duduk di taman, menunggu kereta, tiduran sebelum mata ngantuk, di angkot, yang ke semuanya itu saya jadiin ajang promosi kamu (kan orang-orang bisa lihat cover depan kamu, kamu jadi semakin terkenal. Ya gak, nid?)”

Semoga semua harapan besar saya (juga sahabat setia annida) bisa berpartisipasi mendukung nida versi cetak (walaupun dalam pernyataannya Nida belum bisa cetak sebulan sekali), tak mengapa, dengan hadirnya nida versi cetak, mengembalikan para pembaca setia nida yang belum bisa tersentuh internet di daerah-daerah tertentu, bisa kembali merasakan kedekatan dengan annida (saya sempat memikirkan bagi pembaca nida yang berada jauh dari akses internet terutama dipedalaman). Bukan berarti saya tidak mendukung gerakan go green, tapi jika upaya versi cetak nanti jauh lebih besar dirasakan bagi pembaca annida secara keseluruhan kenapa tidak?

Catatan kecil ini hanyalah salah satu bentuk kecintaan saya pada annida. Baik annida versi cetak maupun online seperti sekarang. Dan semoga niat baik yang hendak digulirkan dapat memacu kita untuk terus meningkatkan kecintaan kita pada membaca. Dan seperti slogan Annnida, Inspirasi tak bertepi, dapat terasa mengispirasi bagi semua kalangan.

Salam semangat. Salam dukungan atas ANNIDA versi cetak.

Berikut URL bagi yang mendukung Nida versi Cetak. Cekidot…
https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dGF3U3A3UmNWcnp6bXRtYzJnZWxxUFE6MQ

2 thoughts on “CURCOL: Kembalilah kau, ANNIDA (edisi cetak)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s