Inilah Saatnya Menertawakan Pocong Sepuasnya (Sebuah Tontonan)


Jika kamu ingin melepas kepenatan setelah menghadapi pekerjaan berat, ujian-ujian dari sekolah atau kampus yang bikin sakit kepala ataupun hanya sekedar untuk menghibur diri yang sedang galau, rasanya patut menonton film BUKAN HOROR yang satu ini.
Sebenarnya saya sudah tahu tentang film ini saat menyaksiakan The Hits Trans TV. Di salah satu sekmennya yaitu kepo alias ketemu pocong yang dipandu penulis dari film ini sendiri, arief muhammad, saya sudah penasaran. Dan setelah saiful, salah satu sahabat saya mengajak untuk menonton, lengkap sudah keinginan saya. Jadilah saya, dan kedua sohib saya, Saiful dan Ricky yang juga pingin nonton bertemu di lokasi.
Film ini menghadirkan pocong yang sedang galau, sebenarnya tema dari film ini sederhana. Bahwa si pocong cupu bernama Dimas ingin mengatakan rasa sayang yang sebenarnya pada Sheila, wanita yang juga menyukainya. Di film ini, unsur seks berbalut horor justru diputar 180 derajat. Gak ada yang menakutkan sama sekali. Gak ada jorok-joroknya sama sekali. Mata kita malah disajikan berbagai lelucon-lelucon kocak dari pocong-pocong gokil. Ditambah kehadiran si Kunti Jengkelin yang menambah kegilaan di film ini. Apalagi saat pocong dimas dan pocong senior bernama anjau membantu persalinan seorang ibu. Terlihat berlebihan memang, tapi sebenernya penulis mencoba memberikan point of view dari adegan tersebut. Seperti yang pocong dimas katakan bahwa “luar biasa ya kejadian tadi” dan “jangan durhaka pada ibu yang telah melahirkan kita dengan mempertaruhkan nyawa” seolah memberikan ingatan kita pada sosok ibu.
Dan uniknya, di film ini gak mengangkat tema pacaran ala remaja. Mereka berteman. Hanya akrab saja. Belum lagi kiasan tentang cinta. Seperti, cinta itu seperti kentutlah. Cinta itu seperti angkotlah. Dan ungkapan-ungkapan cinta yang sederhana tetapi terkesan so sweet. Belum lagi film ini juga mengangkat tentang fotografi. Meskipun secara sederhana tetapi menjadi point lebih menurut saya. Karena saya juga gemar foto-foto.
Sebab gak ada hal negatif yang coba diangkat dari film ini selain kegilaan pocong. Mata kita akan dimanjakan oleh tawa renyah setiap adegannya. Bahkan saya tak henti-hentinya tertawa. Dan saya puas setelah meninggalkan studio. Mungkin saya terlihat lebay dalam mengomentari film ini. tapi ini komentar dalam kaca mata saya. Mungkin setelah kamu menonton sendiri kamu punya penilain lain dari film ini.
Buat kamu yang gak suka dan gak berani nonton film berbau hantu tetapi juga gak suka film-film bergenre horor seks, ya nonton film ini. Semoga bisa terhibur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s