PANTUN, GURINDAM, SYAIR, SONETA


TUGAS MATA KULIAH

KAJIAN PROSA FIKSI DRAMA

Syair, Pantun, Gurindam dan Soneta

PANTUN

1. Pantun Nasihat

Berperahu sampang beradu
Sampang kuat bawa ke hulu
Jikalau kamu sayang ibumu
Janganlah buat beliau tersedu

2. Pantun Cinta

Seruling bambu indah bernada
Pipit menari di batang nangka
Sakit duri itu biasa
Sakit hati tiada obatnya

3. Pantun Adat

Jaring ikan lepas ke hulu
Dari darat ke laut biru
Jangan terpedaya budaya baru
Budaya timur tetaplah maju

4. Pantun Jenaka

Sepatu roda berwarna biru
Beli disamping toko baju
Adikku tertawa sangatlah lucu
Giginya ompong baru satu

5. Pantun Agama

Ada kuda putih berbulu
Diikat tali bersimpul padu
Tiada guna sujud beribu
Bila hati tetaplah beku

GURINDAM

1. Kalau memang tidaklah sayang
Janganlah buat mabuk kepayang

2. Jika ingin lihat dunia
Haruslah selalu rajin membaca

3. Apabila kamu kangen ibu
Bertukar kabarlah hilanglah rindu

4. Kalau tidak ingin miskin
Bersedekahlah secara rutin

5. Jika belum terbayar hutang
Selalu ingat terngiang-ngiang

SYAIR

Selendang biru berbatik bunga
Menarik mata putri jelita
Pangeran berniat memberi cenderamata
Agar puteri bahagia senantiasa

Betapa bahagia putri tercinta
Dipakainya selendang pemberian baginda
Senyum terkulum tanda suka cita
Pangeran membalas pelukan mesra

Betapa putri telah bersumpah
Mengabdi sepenuhnya pada titah
Pangeran mendampingi berbagi kisah
Melimpah cinta merajut sejarah

SONETA

Terbayang Kawan

Sekelebat mata diambang jendela
Membuka tabir kenangan lama
Semburat rindu bermain bola
Kawan kerabat ketika bersama

Tertawa mesra dalam cakrawala
Tak kenal lelah bercengkrama
Bertukar cerita dalam segala
Sambil berdendang lagu berirama

Sampai tersadar sedia kala
Ternyata bayang membangunkan sukma
Hanya rindu datang menjelma

Rindu kawan datang merajalela
Waktu teramat jauh rumah-asrama
Kapan pulang datang menjelma

Penjelasan:

Sekelebat mata diambang jendela
Membuka tabir kenangan lama
Semburat rindu bermain bola
Kawan kerabat ketika bersama

Ia melihat ke luar jendela kamarnya, ada segerombolan anak-anak bermain bola, tiba-tiba ia teringat kawan lama di kampungnya.

Tertawa mesra dalam cakrawala
Tak kenal lelah bercengkrama
Bertukar cerita dalam segala
Sambil berdendang lagu berirama

Kenangan indah bersama kawan lamanya. Bila sudah bertemu, tertawa, berbagi cerita, bernyanyi bersama dilakukan sepanjang hari tanpa lelah

Sampai tersadar sedia kala
Ternyata bayang membangunkan sukma
Hanya rindu datang menjelma

Namun ternyata ia tersadar, semua hanya kenangan yang hanya menginggalkan kerinduan yang mendalam kepada sahabat di kampungnya

Rindu kawan datang merajalela
Waktu teramat jauh rumah-asrama
Kapan pulang datang menjelma

Ia sangat merindu kawannya. Namun apalah daya kini ia tinggal di asrama. Jarak rumah dan asrama teramat jauh. Ia selalu menunggu dan bertanya kapan pulang, ia rindu bertemu sahabat tercintanya

Dosen : Ibu Siti Sabariah, M. Pd
Nama : Mochamad Ramdani
NPM : 200921570075

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s